Melihat Sejarah dan Mitos Filantropi di Amerika Serikat

Prodi Magister Sejarah dan Kebudayaan Islam UIN Jakarta yang bekerjasama dengan Humanitarian Forum Indonesia (HFI), LAZISMU, Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta dan PKPU Human Initiative menggelar kuliah umum pada hari Kamis 5 Desember 2019.  Dengan judul “American Philanthropy: History and Myths”, acara ini  menghadirkan pembicara utama yakni Kathleen McCarthy  Sejarawan dan Penulis Buku terkenal yang berjudul Women’s Culture: American Philanthropy and Art 1830-1930 (Pemenang, ARNOVA Distinguished Book Award).

Dalam sambutannya, ketua Prodi Magister Sejarah dan Kebudyaan Islam, ibu Amelia Fauzia menyatakan bahwa kuliah umum ini merupakan sebuah kesempatan besar bagi para mahasiswa yang ingin meneliti tentang praktik filantropi. “Mahasiswa dan peneliti yang ada disini sangat beruntung karena dapat mendengar langsung dari narasumber seperti  Prof Kathleen McCarthy  yang sangat ekspertis di bidangnya”.

Kathleen McCarthy dalam argumennya menyatakan, filantropi di Amerika dapat berkembang dengan cepat karena adanya faktor semangat terhadap nilai-nilai keagamaan. Selain itu, McCarthy juga menunjukkan bagaimana  ide filantropi menjadi sangat melekat pada aktivisme sosial selama era presiden Andrew Jackson (1821). Dia mengeksplorasi bagaimana tindakan kesukarelaan dan amal terlibat dengan gerakan perlindungan pendidikan, perjuangan melawan rasisme, dan kampanye keadilan sosial bagi perempuan.