Riset dan Videografi: Sebuah Interkoneksi Ilmu

Di Era Revolusi Teknologi 4.0, salah satu aspek yang paling utama adalah berubahnya orientasi keilmuan menjadi Interkoneksi melalui Internet of Things (IoT). Hal ini menunjukan, bahwa antar displin ilmu yang berbeda akan berkoneksi dengan satu sama lain. Untuk menghadapi tantangan tersebut, seorang pengajar dan peneliti dari UNSW (University of New South Wales), yang juga seorang videografer dari Australia, Wilson Hua memberikan pengalamannya yang mencerahkan.

Diskusi ini diselenggarakan oleh Prodi Magister Sejarah dan Kebudayaan Islam bekerjasama dengan lembaga sosial kemanusiaan Social Trust Fund UIN Jakarta pada tanggal Senin 16 Desember 2019. Jalannya diskusi dimoderatori oleh ketua prodi Magister Sejarah dan Kebudayaan Islam, ibu Amelia Fauzia. Dalam diskusi tersebut, ibu Amelia Fauzia menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara. Menurutnya, tema dalam diskusi kali ini merupakan tema yang menarik karena terkait dengan Interkoneksi Ilmu. “Kajian Wilson berkaitan dengan hal Business information system, tetapi ia paham dengan Women Economic Empowerment atau pemberdayaan ekonomi perempuan”. Dalam diskusi ini juga, Wilson memperlihatkan video dokumentasi yang ia buat berdasarkan riset ibu Amelia Fauzia yang berjudul  “Women Economic Empowerment through Digital Technologies and Tolerance values”

Sebagai seorang peneliti, Wilson menjelaskan bahwa ia sudah berkunjung ke 38 negara untuk melihat bagaimana kondisi sosial masyarakat secara langsung. Dia mempunyai argumen bahwa belajar tidak harus di kelas yang terkandang membosankan tetapi Beyond The Classroom, belajar diluar kelas. Lebih dari itu, ia mengatakan bahwa ilmu yang di dapat dalam kelas hanya bisa digunakan 30 persen saja. “Anda harus melihat secara langsung permasalahan di masyarakat, pelajari permasalahan mereka dan berikan solusinya dengan teori yang anda pelajari di kelas.