Sejarah

Program studi Magister di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) mulai di buka pada saat kepemimpinan Dr. Wahid Hasyim selaku Dekan FAH. Dua program studi yang di buka yaitu prodi magister BSA dan magister SKI. Kehadiran prodi magister ini berawal dari lahirnya Peraturan Rektor UIN Jakarta No. Un 01/R/HK/211/2010. Dalam peraturan rektor ini, Fakultas diberi wewenang untuk membuka prodi S2 dan S3 sesuai bidang yang relevan dengan fakultasnya yang sifatnya monodisipliner, karena yang bersifat interdisipliner (lintas disiplin) dilakukan di Sekolah Pascasarjana. Karena itulah berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderak Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia No Dj.I/1876/2011 tanggal 29 Desember 2011, FAH mendapatkan izin resmi untuk membuka program studi magister. Pada tahun akademik 2012/2013, setahun kemudian, dua prodi magister itu pun beroprasi di FAH hingga sekarang.

Penyelenggaran Program Studi Magister (S2) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta didasarkan pada upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan keilmuanmasyarakat luas (baik akademisi, tenaga profesional, kaum eksekutif, maupun masyarakat pembelajar secara umum). Progam Magister FAH mengemban visi dan misi untuk mengembangkan fakultas berbasis riset kelas dunia yang mengedepankan aspek keislaman dan etika keilmuan dalam konteks kemanusiaan dan keindonesiaan; dengan berpegang teguh pada prinsip agama, moralitas, dan etika keilmuan.